Rabu, 05 Juni 2013

media pembelajaran audio visual


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian media visual?
2.      Apa saja jenis-jenis media audio visual?
3.      Bagaimana karakteristik media audio visual?
4.      Apa kelebihan dan kelemahan media audio visual?
5.      Apa saja jenis-jenis teori komunikas?
C.    Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian audio visual.
2.      Untuk mengetahui jenis-jenis media audio visual.
3.      Untuk mengetahui karakteristik media audio visual.
4.      Untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan media audio visual.
5.      Untuk mengetahui jenis-jenis teori komunikasi.


BAB II
PEMBAHASAN

A.     Pengertian Media Audio Visual
   Media audio visual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik karena meliputi suara dan gambar.[1] Media audio-visual merupakan media yang digunakan untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Dalam media audio visual terdapat dua unsur yang saling bersatu yaitu audio dan visual. Adanya unsur audio memungkinkan siswa untuk dapat menerima pesan pembelajaran melalui pendengaran, sedangkan unsur visual memungkinkan penciptakan pesan belajar melalui bentuk visualisasi.[2]
B.     Jenis-Jenis Media Audio Visual
1.      Media Audio Visual Gerak
            Media audio visual gerak adalah media intruksional modern yang sesuai dengan perkembangan zaman (kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi) karena meliputi penglihatan, pendengaran dan gerakan, serta menampilkan unsur gambar yang bergerak. Jenis media yang termasuk dalam kelompok ini adalah televisi, video tape, dan film bergerak.[3]
a.       Film
Fil atau gambar hidup merupakan gambar-gambar dalam frame dimana frame demi frame diproyeksikan melalui lensa proyektor secara mekanis sehingga pada layar terlihat gambar itu hidup. Film bergerak dengan cepat dan bergantian sehingga memberikan visual yang kontinu. Kemampuan film melukiskan gambar hidup dan suara memberinya daya tarik tersendiri. Film jenis media ini pada umumnya digunakan untuk tujuan-tujuan hiburan, dokumentasi, dan pendidikan. Film dapat menyajikan informasi, memaparkan proses, menjelaskan konsep-konsep yang rumit, mengajarkan keterampilan, menyingkat atau memperpanjang waktu, dan mempengaruhi sikap.[4]
b.      Video
Video sebagai media audio visual yang menampilkan gerak, semakin lama semakin populer dalam masyarakat kita. Pesan yang disajikan dapat bersifat fakta (kejadian/ peristiwa penting, berita), maupun fiktif (seperti misalnya cerita), bisa bersifat informatif, edukatif maupun intruksional. Sebagian besar tugas film dapat digantikan oleh video, namun tidak berarti bahwa video akan menggantikan kedudukan film.
c.       Televisi
Televise adalah system elektronik yang mengirimkan gambar diam dan gambar hidup bersama suara melalui kabel atau ruang. System ini menggunakan peralatan yang mengubah cahaya dan suara kedalam gelombang elektrik dan mengkorversinya kembali kedalam cahaya yang dapat dilihat dan dan suara yang dapat didengar. Televise yang dimanfaatkan untuk keperluan pendidikan dengan mudah dapat dijangkau melalui siaran dari udara ke udara dan dapat dihubungkan melalui satelit. Televise pendidikan adalah penggunaan program video yang direncanakan untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu tanpa melihat siapa yang menyiarkannya. Televise pendidikan tidak sekedar menghibur tetapi yang lebih penting adalah mendidik. Oleh karena itu memiliki cirri-ciri sebagai berikut: (1) dituntun oleh instruktur (seorang guru atau instruktur yang menuntun siswa melalui pengalaman-pengalaman visual), (2) sistemati (siaran berkaitan dengan mata pelajaran dan silabus dengan tujuan dan pengalaman belajar yang terencana), (3) teratur dan berurutan (siaran disajikan dengan selang waktu yang beraturan secara berurutan dimana satu siaran diabangun atau mendasari diaran lainnya), dan (4) terpadu (siaran berkaitan dengan pengalaman belajar lainnya seperti latihan, membaca, diskusi, laboratorium, percobaan, mennulis, dan pemecahan masalah).[5]
2.      Media Audio Visual Diam
Media audio visual diam atau Audio Visual tidak murni yaitu media yang unsur suara dan gambarnya berasal dari sumber yang berbeda.[6]jenis media yang termasuk dalam kelompok ini adalah sound slide.
a.       Sound slide (Film bingkai suara)
Slide atau filmstrip yang ditambah dengan suara bukan alat audio-visual yang lengkap, karena suara dan rupa berada terpisah, oleh sebab itu slide atau filmstrip termasuk media audio-visual saja atau media visual diam plus suara. Gabungan slide (film bingkai) dengan tape audio adalah jenis system multimedia yang paling mudah diproduksi.[7] Media pembelajaran gabungan slide dan tape dapat digunakan pada berbagai lokasi dan untuk berbagai tujuan pembelajaran yang melibatkan gambar-gambar guna menginformasikan atau mendorong lahirnya respon emosional. Slide bersuara merupakan suatu inovasi dalam pembelajaran yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran dan efektif membantu siswa dalam memahami konsep yang abstrak menjadi lebih konkrit. Dengan menggunakan slide bersuara sebagai media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat menyebabkan semakin banyak indra siswa yang terlibat ( visual, audio). Dengan semakin banyaknya indra yang terlibat maka siswa lebih mudah memahami suatu konsep. Slide bersuara dapat dibuat dengan menggunakan gabungan dari berbagai aplikasi komputer seperti: power point, camtasia, dan windows movie maker. [8]
C.    Karakteristik Audio Visual
Teknologi audio visual cara menghasilkan atau menyampaikan materi dengan menggunakan mesin-mesin mekanis dan elektronik untuk menyajikan pesan-pesan audio dan visual. Pengajaran melalui audio visual bercirikan pemakaian perangkat keras selama proses belajar, seperti mesin proyektor film, tape recorder, dan proyektor visual yang lebar. Karakteristik media audio visual adalah sebagai berikut:
a.       Bersifat linier.
b.      Menyajikan visual yang dinamis.
c.       Digunakan dengan cara yang telah ditetapkan sebelumnya oleh perancang.
d.      Merupakan representative fisik dari gagasan real atau gagasan abstrak.
e.       Dikembangkan menurut prinsip psikologis behaviorisme dan kognitif.
f.       Umumny berorientasi kepada guru dengan tingkat pelibatan interaktif murid yamg rendah.[9]
g.      mampu menghadirkan informasi atau pesan dalam wujud gambar/visual dan    suara secara riil, nyata.
h.      lebih mengutamakan Visual dari pada suara, meskipun tidak bisa lepas dengan suara yang berperan melengkapi informasi atau pesan visual.[10]
D.    Kelebihan Dan Kelemahan Media Audio Visual
1.      Kelebihan Media Audio Visual
a.       Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata, tertulis atau lisan belaka).
b.      Mengatasi perbatasan ruang, waktu dan daya indera, seperti: Objek yang terlalu besar digantikan dengan realitas, gambar, filmbingkai, film atau model, Obyek yang kecil dibantu dengan proyektor micro, film bingkai, film atau gambar, Gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat dapat dibantu dengan tame lapse atau high speed photografi, Kejadian atau peristiwa yang terjadi masa lalu bisa ditampilkan lagi lewat rekaman film,video, film bingkai, foto maupun secara verbal, Obyek yang terlalu kompleks (mesin-mesin) dapat disajikan dengan model, diagram, dll., Konsep yang terlalu luas (gunung ber api, gempa bumi, iklim dll) dapat di visualkan dalam bentuk film,film bingkai, gambar,dll.
c.       Media audio visual bisa berperan dalam pembelajaran tutorial.
2.      Kekurangan Media Audio Visual
a.       Terlalu menekankan pentingnya materi ketimbang proses pengembangannya dan tetap memandang materi audio-visual sebagai alat Bantu guru dalam mengajar.
b.      Media audio visual cenderung menggunakan model komunikasi satu arah.
c.       Media audio-visual tidak dapat digunakan dimana saja dan kapan saja, karna media audio-visual cenderung tetap di tempat.[11]
E.     Jenis-Jenis Teori Komunikasi
Littlejohn (1996;21) mentode mengatakan, berdasarkan metode penjelasan serta cakupan objek pengamatan, secara umum teori-teori komunikasi dapat di bagi dalam dua kelompok. Yaitu ;
1.      teori–teori umum
a.       teori-teori fungsional dan structural
Ciri dan jenis teori ini di bangun berdasarkan asumsi dasar teori, yaitu; 1) masyarakat adalah organisme kehidupan, 2) masyarakat memiliki sub-sistem kehidupan, 3) masing-masing subsistem memiliki fungsi yang berbeda, 4) fungsi-fungsi subsistem saling memberi kontribusi kepada subsistem lainnya.
b.      teori-teori behavioral dan cognitive
Teori ini memusatkan pengkajian nya pada diri manusia secara individual. Salah sutu konsep pemikiran nya yang terkenal adalah tentang model “S-R” (stimulus respon) dalam proses informasi.
c.       teori konvensional dan interaksional.
Teori ini berpandangan bahwa kehidupan sosial merupakan suatu proses interaksi yang membangun, memelihara serta mengubah kebiasaan-kebiasaan tertentu termasuk dalam hal ini bahasa dan simbol-simbol.
d.      teori-teori kritis dan interpretatif.
Mengacu pandangan Sendjaja(2002;1.25) bahwa kelompok teori ini gagasan-gagasan nya banyak berasal dari berbagai tradisi, seperti sosiologi interpretatif( interpretative sociology), pemikiran Max Weber, Phenomenology dan Hermeneutics, Marxisme dan aliran Frankfurt School serta pendekatan tekstual, seperti teori-teori retorika, Biblical, dan Kesusastraan.
2.      teori-teori kontekstual
Sendjaja (2002;1.52) berdasarkan konteks atau tingkatan analisis nya, teori komunikasi secara umum di bagi menjadi, yaitu;
a.       komunikasi intra-pribadi (intra-personal communication).
proses komunikasi yang terjadi dalam diri seseorang, dan pusat perhatiannya kajian bagaimana jalannya proses pengolahan informasi yang dialami seseorang melalui sistem syaraf dan indranya.
b.      komunikasi antarpribadi (interpersonal communication).
Komunikasi antar perorangan dan bersifat pribadi, baik secara langsung (tanpa medium) atau pun tidak (melalui medium). Seperti percakapan menggunakan telepon, surat menyurat. Teori-teori antarpribadi fokus pengamatan pada bentuk-bentuk dan sifat hubungan (relationship), percakapan (discourse), interkasi, dan karakteristik komunikator.
c.       komunikasi kelompok (group communication).
memfokuskan pada interaksi diantara orang-orang dalam komunikasi kelompok-kelompok kecil. Teori-teori komunikasi kelompok difokuskan tentang dinamika kelompok, efisiensi dan efektivitas penyampaian informasi dalam kelompok, pola dan bentuk informasi, serta pembuatan keputusan.
d.      komunikasi organisasi (organization communication).
merujuk pada pola dan bentuk komunuikasi yang bterjadi dalam konteks dan jaringan organisasi. Teori ini melibatkan bentuk-bentuk komunikasi formal dan informal, pembahasannya menyangkut struktur dan fungsi organisasi, hubungan antarmanusia, komunikasi dan proses pengorganisasian serta kebudayaan organisasi.


e.       komunikasi massa (mass communication).
Effendy (2009:20) mengatakan para ahli komunikasi berpendapat bahwa yang diksdu dengan komunikasi massa (mass communication) adalah komunikasi melalui media massa jelasnya merupakan singkatan dari komunikasi media massa(mass media communication). Ardinto dan Erdinaya (2005:48) mengatakan komunikasi massa merupakan sejenis kekuatan sosial yang dapat menggerakkan proses sosial ke arah suatu tujuan yang telah di tetapkan terlebih dahulu. Bungin (2006: 252) menjelaskan komunikasi melalui media massa yang ditujukan kepda sejumlah khalayak yang besar. Yang melibatkan aspek-aspek komunikasi intra pribadi, komunikasi pribadi, komunikasi kelompok, komunikasi organisasi. Teori komunikasi massa memfokuskan pada pada hal strukstur media hubungan media dengan masyarakat, hubungan media dan khalayak, serta dampak atau hasil komunikasi massa terhadap individu.[12]


BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
1.      Media audio visual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik karena meliputi suara dan gambar.
2.      a. Media Audio Visual Gerak (Film, Video, Televisi)
b.    Media audio visual diam (sound slide).
3.      Karakteristik media audio visual adalah sebagai berikut:
a.       Bersifat linier.
b.      Menyajikan visual yang dinamis.
c.       Digunakan dengan cara yang telah ditetapkan sebelumnya oleh perancang.
d.      Merupakan representative fisik dari gagasan real atau gagasan abstrak.
e.       Dikembangkan menurut prinsip psikologis behaviorisme dan kognitif.
f.       Umumnya berorientasi kepada guru dengan tingkat pelibatan interaktif murid yamg rendah.
g.      mampu menghadirkan informasi atau pesan dalam wujud gambar/visual dan    suara secara riil, nyata.
h.      lebih mengutamakan Visual dari pada suara, meskipun tidak bisa lepas dengan suara yang berperan melengkapi informasi atau pesan visual.
4.      Kelebihan Media Audio Visual : Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis, Mengatasi perbatasan ruang, waktu dan daya indera, dan berperan dalam pembelajaran tutorial.
Kelemahan media audio visual : Terlalu menekankan pentingnya materi ketimbang proses pengembangannya, cenderung menggunakan model komunikasi satu arah, tidak dapat digunakan dimana saja dan kapan saja.
5.      Jenis-jenis teori komunikasi : teori–teori umum (teori-teori fungsional dan structural, teori-teori behavioral dan cognitive, teori konvensional dan interaksional, dan teori-teori kritis dan interpretative), teori-teori kontekstual (komunikasi intra-pribadi (intra-personal communication), komunikasi antarpribadi (interpersonal communication), komunikasi kelompok (group communication), komunikasi organisasi (organization communication), dan komunikasi massa (mass communication)).


DAFTAR PUSTAKA


Bahri, Syeful dan Aswan Zain. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Suleiman, Amir Hamzah. 1985. Media Audio-Visual untuk Pengajaran, penerangan, dan penyuluha. Jakarta: PT Gramedia.
Sudjana, Nana. 1978. Media Pengajaran. Surabaya: Pustaka Dua.
Arsyad, Azhar. 2003. Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo.
Usman, M. Basyirudin dan Asnawir. 2002. Media pembelajaran. Jakarta: Ciputat Pers.
http://renimumed.blogspot.com/2013/01/karakteristik-media-audio-visual.html
http://robiatulfazriah.blogspot.com/2011/05/media-audio-visual.html
http://adifiranha.blogspot.com/2011/03/jenis-jenis-teori-komunikasi.html



[1] Syeful bahri dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta:Rineka Cipta,2002), hal 141
[2] Amir Hamzah Suleiman, Media Audio-Visual untuk Pengajaran, penerangan, dan penyuluha, (Jakarta: PT Gramedia, 1985), hal 11
[3] Nana Sudjana, Media Pengajaran, (Surabaya: Pustaka Dua, 1978), hal 173
[4] Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta: PT. Raja Grafindo, 2003), hal 48
[5] Azhar Arsyad, Op.Cit., hal 50-51
[6] Syeful bahri dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta:Rineka Cipta,2002), hal 141
[7] Azhar Arsyad, Media Pembelajaran (Jakarta; PT Raja Grafindo Persada, 2003), hal 155
[8] M. Basyirudin Usman dan Asnawir, Media pembelajaran (Jakarta: Ciputat Pers, 2002), hal 97-98
[9] Azhar Arsyad, Op.Cit., hal 30-31
[10] http://renimumed.blogspot.com/2013/01/karakteristik-media-audio-visual.html
[11] http://robiatulfazriah.blogspot.com/2011/05/media-audio-visual.html
[12] http://adifiranha.blogspot.com/2011/03/jenis-jenis-teori-komunikasi.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar